Siklus dan Puisi-Puisi Lainnya
Siklus
Sehabis banjir tak ada lagi sisa air
semua
mengalir ke hilir
sebab
gambut dan akar-akar serabut
terlalu
sering berpagut
hingga
melahirkan rongga-rongga
yang
berdiam di kedalaman
Sehabis
hujan tak ada lagi genangan
semua
hanyut ke lautan
sebab
parit dan kanal
dibuat
terlalu dangkal
hingga
luapan air
lupa
untuk mampir
Tiba
kemarau orang-orang mulai risau
memantik
api di ladang-ladang
yang
dipenuhi gulma dan ilalang
sebab
kobaran api bagian dari perayaan
pesta
pora musim tanam
di
lahan-lahan kosong
Lalu
asap mengepul perlahan
menziarai
kota dan perkampungan
merayakan
musim panas
menghalau
matahari yang terlalu ganas
dan
menyusup ke paru-paru
untuk
melepas beban rindu
Gumpalan
asap kemudian menjelma kabut
seperti
sekelompok demonstran kalut
menduduki
sekolah dan bandar-bandar
selama
berhari-hari
sampai
musim hujan dan badai
membanjiri
ladang dan perkampungan
2013
Hujan Permulaan
Air dan petir mulai datang setiap sore
mengapeli
pacar yang menunggu di selasar
berhari-hari
sejak musim kemarau
membuat
keriput pipinya yang imut
karena
sejak pagi diciumi matahari
Angin
sepoi mulai datang tak menentu
kadang
berubah menjadi badai
karena
cemburu pada mendung
yang
selalu ingin mendekap bulan
seperti
kekasih lama tak bertemu
2013
Di Halte
Bus mana lagi yang kau tunggu?
semuanya
sudah berlalu
segala
warna dan ukuran
“menunggu
adalah sebuah ritual,
penuh
kejutan dan ketidakpastian”
Kau
pun terus di sana
menghitung
jarak dan panjang penantian
yang
tak dapat diukur dengan meteran
“menunggu
adalah merayakan rindu,
penuh
curiga dan prasangka”
2013
Bukit Bintang
Siapa menyanyi di pinggir jalan tadi?
lagunya
terdengar samar
melodinya
menyatu dengan riuh pemijat jalanan
yang
merayu dan menawarkan diskon
berpacu
dengan pedagang gajet bajakan
Pedagang
kopi tarik dan bir
saling
berbagi ruang sepanjang trotoar
berharap
ada yang mampir
meski
hanya minum secangkir
atau
menggoda barista jelita
2013
Buitenzorg
: Baron van Imhoff
Tak
ada tempat setenang ini, katamu berabad-abad lampau
sebab
hujan sore selalu menyisakan rindu
pada
kampung halaman yang terpisah lautan
juga
kekasih yang selalu menunggu
di
ladang-ladang kembang
sambil
memainkan komposisi empat musim
Tak
ada wanita sejelita ini, katamu tempo dulu
sebab
wewangi alam sudah menyatu
dengan
rambut dan bulu-bulu lembut
karena
setiap pagi dan senja tersaput kabut
yang
turun dari gunung-gunung
dan
lembah penuh aneka bunga
Tapi
kota tanpa kesibukan yang kau impikan
mulai
tergusur deretan pertokoan
dan
sepi yang dulu menjalar di pepohonan
kini
berpacu dengan deru angkutan
dan
riuh pekerja yang berlomba
dengan
roda kereta
Wanita-wanita
jelita itu
kini
menjadi manekin berjalan
di
taman kota dan pusat-pusat perbelanjaan
sambil
menebar gincu dan senyum palsu
saat
senja dipenuhi lelampu
berwarna
ungu dan merah jambu
2013
Digital Native
Kau lahir dari gumpalan elektron dan saripati teknologi
yang
lihai bermain aplikasi dan memecah sandi
sebab
jemarimu dilengkapi syaraf-syaraf virtual
terkoneksi
dengan wifi dan sinyal
Kepalamu
selalu dipenuhi algoritma
kombinasi
angka-angka acak
dan
ratusan perangkat lunak
yang
menjelma permainan segala rupa
Setiap
pagi kau menyusu pada motherboard
lalu
menghabiskan setangkup bandwith
di
ruang tamu dan selasar
yang
dipenuhi tablet dan telepon pintar
2013
Di Kelas
Materi yang kita pelajari tak pernah lari
apa
lagi yang perlu dikejar?
paling
hanya tumpukan buku-buku
dan
bagian-bagian membingungkan
membuat
kita mesti bersabar
mengulas
abjad dan angka
kadang
dipenuhi teka-teki dan rahasia
Materi
yang kita pelajari tak pernah sembunyi
apa
lagi yang harus dicari?
mungkin
masih tersimpan di rak perpustakaan
di
sudut-sudut tak terduga
membuat
kita mesti berbagi
di
relung-relung diskusi
kadang
dipenuhi tanda tanya dan gelak tawa
2013












No comments
Post a Comment